{"id":4703,"date":"2023-05-02T23:07:20","date_gmt":"2023-05-02T23:07:20","guid":{"rendered":"https:\/\/siberone.id\/?p=4703"},"modified":"2023-06-28T03:10:30","modified_gmt":"2023-06-28T03:10:30","slug":"tak-hanya-budaya-muara-wahau-juga-miliki-banyak-objek-wisata-alam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/2023\/05\/02\/tak-hanya-budaya-muara-wahau-juga-miliki-banyak-objek-wisata-alam\/","title":{"rendered":"Tak Hanya Budaya, Muara Wahau Juga Miliki Banyak Objek Wisata Alam"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-4606 aligncenter\" src=\"https:\/\/siberone.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2022-11-12-at-05.09.31.jpeg\" alt=\"\" width=\"1084\" height=\"217\" srcset=\"https:\/\/siberone.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2022-11-12-at-05.09.31.jpeg 1084w, https:\/\/siberone.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2022-11-12-at-05.09.31-768x154.jpeg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1084px) 100vw, 1084px\" \/><\/p>\n<div dir=\"ltr\">\n<p>SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR \u2013 Kolaborasi yang epic dengan Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Timur (Kutim), membuat Festival Lom Plai yang merupakan salah satu event nasional tahun sukses digelar Lembaga Adat Dayak Wehea, Selasa (2\/5\/2023). Ya, festival itu dipusatkan di Desa Nehas Liah Bing, Kecamatan Muara Wahau, berhasil memikat banyak mata untuk menyaksikannya.<\/p>\n<p>\u201cLom Plai merupakan pesta adat mengenang Putri Long Diang Yung, yang konon telah menyelamatkan desa dari kelaparan dan kesengsaraan,\u201d kata Kadispar Kutim Nurullah.<\/p>\n<p>Dia mengatakan, Kutim harus bangga memiliki budaya tersebut. Apalagi menjadi adat dan buaya yang sudah turun-temurun dilaksanakan. Sedangkan saat ini, adat itu resmi menjadi salah satu event nasional dari ribuan event Tanah Air yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN).<\/p>\n<p>\u201cSelain Adat Lom Plai Kutim. Di Kaltim (Kalimantan Timur) ada juga Balikpapan Fest dan Tenggarong International Folk &amp; Art Kutai Kartanegara, yang masuk dalam agenda KEN,\u201d paparnya.<\/p>\n<p>Dia berharap, Lom Plai memberikan dampak terhadap pembangunan sektor pariwisata dan budaya kabupaten ini. Secara otomatis, dapat berdampak pada perekonomian masyarakat Muara Wahau. Apalagi dampaknya terlihat jelas.<\/p>\n<p>\u201cPengunjung yang hadir kan banyak. Ada juga media yang meliput, hotel atau penginapan yang terisi penuh. Bahkan rumah makan hingga warung menjadi laris. Produk lokal dan UMKM juga menerima manfaat positif,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Dia menilai, gelaran festival itu juga menjadi upaya melestarikan adat dan budaya yang ada. Apalagi telah menjadi bagian untuk menjaga dan melestarikan adat dan budaya suku Dayak Wehea yang mendiami wilayah itu.<\/p>\n<p>\u201cAgar tidak hilang termakan perkembangan zaman. Apalagi Kutim memiliki ragam pesona yang dapat menarik wisatawan. Bahkan 18 kecamatan di kabupaten ini memiliki potensi serupa,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Selain kegiatan adat dan budaya, Muara Wahau juga memiliki wisata alam yang sudah dikenal luas. Baik tingkat lokal, nasional hingga internasional. Di antaranya Hutan Lindung Wehea (Huliwa), empat titik air terjun, wisata susur sungai, adat istiadat dan budaya.<\/p>\n<p>\u201cSemua objek wisata itu harus dikembangkan, demi kemajuan pariwisata kabupaten ini,\u201d sebutnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, hal ini sebagai upaya agar pariwisata tumbuh dan berkembang. Makanya diperlukan dukungan dan komitmen semua pihak. Sehingga harus bersama mengembangkan pariwisata dan budaya.<\/p>\n<p>\u201cSehingga dapat berkembang seperti yang diharapkan. Kan akhirnya kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat menjadi lebih baik,\u201d tutupnya. (adv\/so2)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR \u2013 Kolaborasi yang epic dengan Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Timur (Kutim), membuat&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4704,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,473,61],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-4703","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-kominfo-kutim","category-kutai-timur"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4703","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4703"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4703\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4721,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4703\/revisions\/4721"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4704"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4703"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4703"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4703"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=4703"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}