{"id":4609,"date":"2023-06-05T13:56:32","date_gmt":"2023-06-05T13:56:32","guid":{"rendered":"https:\/\/siberone.id\/?p=4609"},"modified":"2023-06-06T14:02:37","modified_gmt":"2023-06-06T14:02:37","slug":"raih-penghargaan-dlh-ucap-syukur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/2023\/06\/05\/raih-penghargaan-dlh-ucap-syukur\/","title":{"rendered":"Raih Penghargaan, DLH Ucap Syukur"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-4606 aligncenter\" src=\"https:\/\/siberone.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2022-11-12-at-05.09.31.jpeg\" alt=\"\" width=\"1084\" height=\"217\" srcset=\"https:\/\/siberone.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2022-11-12-at-05.09.31.jpeg 1084w, https:\/\/siberone.id\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/WhatsApp-Image-2022-11-12-at-05.09.31-768x154.jpeg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1084px) 100vw, 1084px\" \/><\/p>\n<p>SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR \u2013 Usai menerima penghargaan Kalpataru dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia (RI) Prof Siti Nurbaya Bakar, bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Senin (5\/6\/2023) di Jakarta, Ketua Yayasan Ulin, Muara Ancalong, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Suimah menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung keberadaan Yayasan Ulin selama ini. Dia mengaku bersama rekannya yang lain tak pernah menarget untuk meraih penghargaan apa pun.<\/p>\n<p>\u201cKami hanya menjalankan program pro lingkungan demi pelestarian alam sekaligus melindungi spesies langka yang ada di Kabupaten Kutim. Tidak ada target, penghargaan adalah bonus bagi kami (Yayasan Ulin). Tujuan kami lebih kepada pengelolaan area yang memiliki nilai konservasi tinggi. Di luar kawasan konservasi yang ada,\u201d tegasnya di Auditorium DR Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta<\/p>\n<p>Kendati begitu, ia dan pengurus Yayasan Ulin lainnya tetap merasa bangga dan senang. Pasalnya penghargaan Kalpataru tentunya bisa menjadi \u201clencana\u201d bagi Yayasan Ulin. Untuk tetap memegang komitmen pelestarian lingkungan. Terutama dalam memanajemen konservasi dan pengelolaan di lahan basah Long Mesangat sebagai habitat buaya.<\/p>\n<p>Sementara itu Kepala DLH Kutim Armin Nazar merasa ikut bangga dan bahagia atas pencapaian Yayasan Ulin Muara Ancalong.<\/p>\n<p>\u201cAlhamdulillah dari Kabupaten Kutai Timur bisa masuk satu kategori penerima penghargaan. Yakni Yayasan Ulin dari Desa Kelinjau Ulu, Kecamatan Muara Ancalong,\u201d kata Armin saat mendampingi Suimah.<\/p>\n<p>Prestasi yang direngkuh Yayasan Ulin kali ini tentunya menjadi kebanggaan banyak pihak. Karena nama Kabupaten Kutim masih tercatat sebagai penerima penghargaan lingkungan tahun ini.<\/p>\n<p>Didampingi Kabid Penataan dan Pengembangan Kapasitas DLH Kutim Nurrahmi Asmalia, Armin menegaskan bahwa prestasi tersebut menjadi kebanggaan sekaligus motivasi semua pihak agar berbuat lebih baik. Khususnya dalam meningkatkan upaya-upaya pelestarian lingkungan di Kabupaten Kutim. Demi menunjang keberlangsungan hidup yang baik di masa depan.<\/p>\n<p>Sebelumnya, Yayasan Ulin menerima penghargaan tertinggi bidang lingkungan hidup tersebut mewakili Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).<\/p>\n<p>Anugerah Kalpataru Kategori Penyelamat Lingkungan untuk Yayasan Ulin diserahkan langsung oleh Menteri LHK Prof Siti Nurbaya Bakar di Auditorium DR Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta.<\/p>\n<p>Ketua Yayasan Ulin Suimah menerima penghargaan bersamaan dengan penerima anugerah lainnya. Di acara tersebut, Suimah didampingi Kadis LH Kutim Armin Nazar, Kabid Penataan dan Pengembangan Kapasitas DLH Kutim Nurrahmi Asmalia serta beberapa lainnya. (adv\/fj\/so1)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR \u2013 Usai menerima penghargaan Kalpataru dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4610,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,473,61],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-4609","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-kominfo-kutim","category-kutai-timur"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4609","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4609"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4609\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4611,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4609\/revisions\/4611"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4610"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4609"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4609"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4609"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=4609"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}