{"id":2924,"date":"2022-11-04T14:53:02","date_gmt":"2022-11-04T14:53:02","guid":{"rendered":"https:\/\/siberone.id\/?p=2924"},"modified":"2022-11-04T14:58:56","modified_gmt":"2022-11-04T14:58:56","slug":"2924","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/2022\/11\/04\/2924\/","title":{"rendered":"Faisal Rachman Jadi Narasumber di Kesah PWI Kutim"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-2900 aligncenter\" src=\"https:\/\/siberone.id\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/dprd-a-768x154-1.jpg\" alt=\"\" width=\"768\" height=\"154\" \/><\/p>\n<p>SIBERONE.ID, KUTIM \u2013 Dalam diskusi publik bertajuk Menata Ulang Banjir Sangatta gelaran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Kutai Timur (Kutim) di Kedai Salo Brew samping Jembatan Masabang sejumlah narasumber yang dihadirkan mengemukakan pandangannya, Senin (31\/10\/2022). Kajian ilmiah ini turut menampilkan data dan bagaimana pelaksanaan perencanaan banjir yang terintegrasi.<\/p>\n<p>Anggota DPRD Kutim dari Fraksi PDI Perjuangan Faizal Rachman bercerita jika penanganan banjir kewenangannya ada di Provinsi Kaltim terutama Sungai Sangatta. Jika flashback pada 1999 berdirinya Kutim pada zaman Bupati Awang Faroek Ishak,\u00a0 pemerintah sudah mengambil kebijakan untuk green pengembangan agrobisnis.<\/p>\n<p>\u201cJadi memang saat itu Pak Awang mendeklarasikan Kutim fokusnya perdagangan tentu dengan memanfaatkan sumber daya alam (SDA) Kutim karena Pak Awang semangatnya adalah SDA yang tidak terbarukan bisa tumbuh dengan membuka industri agribisnis yakni sawit. Nah, yang menjadi persoalan adakah pengaruh sawit terhadap banjir ataupun ada penambahan debit air. Disebutkan dengan data tingkat kontribusinya memang ada 10 persen penambah debit air,\u201d ulasnya.<\/p>\n<p>Ditambahkan Faizal, bisa dilihat dari paparan Dinas PU Kaltim yang pertama yakni melakukan pengerukan di daerah sungai sepanjang 12 kilometer dan itu sudah dilakukan sejak 2019 jadi ketika musim banjir yang terbaik adalah melakukan normalisasi di daerah ilir.<\/p>\n<p>\u201cYang sudah dinormalisasi masih 2 kilometer. Namun masih terjadi banjir, nah mudah-mudahan hari ini kita diskusi kepada pakarnya langsung karena pemerintah juga sudah turun langsung dan telah membuat perencanaan tanggap darurat banjir,\u201d bebernya.<\/p>\n<p>Selanjutnya, jika memang bisa dianggarkan dengan intervensi APBN kenapa tidak, tapi ini harus dikendalikan karena air ini ada siklusnya. Jadi kalau tidak dilakukan persiapan dan sudah ada terbukanya lahan dimana-mana maka akan memberikan kontribusi tambahan debit air itu, ternyata memang perlu dilakukan perencanaan sedemikian rupa.<\/p>\n<p>\u201cSaya sudah tanya ke Bappeda Kutim ada tidak data zonasi banjir dan dimana saja titik daerah rawan banjir. Intinya memang harus segera action di lapangan seperti kata Presiden Jokowi bagaimana mematangkan perencanaannya,\u201d urainya.<\/p>\n<p>Kemudian, memang kalau menggunakan APBD kabupaten tidak bisa karena anggaran ini dialokasikan disesuaikan dengan kewenangannya. Tidak boleh kita menganggarkan yang bukan kewenangannya, jadi memang ranah provinsi.<\/p>\n<p>\u201cNah, jika APBD kita mampu kita bisa menghibahkan polanya. Tapi apa mungkin dana provinsi dipindah ke kabupaten. Untuk itu, 2022 penanganan banjirnya yang harus menjadi perhatian, sebetulnya Pemkab Kutim sudah membuat Perbup terkait pengalokasian pertanggungjawaban terhadap APBD salah satunya yang dimasukan dalam Perbup yakni terkait penggunaan bantuan langsung tunai (BLT). Kutim pada 2022 ini sudah mengalokasikan BLT sebesar Rp 15 miliar, namun baru terealisasi Rp 4 miliar hingga Oktober,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Untuk itu, seharusnya yang terpenting tanggap daruratnya yang cepat. Pemkab Kutim dalam hal ini juga sudah mengeluarkan Perbup berdasarkan instruksi PP Nomor 12 Tahun 2019 dan Permendagri Nomor 77 Tahun 2020 membuat urutan pelaksanaan tidak menyalahi aturan.<\/p>\n<p>\u201cPengelolaan keuangan daerah kita sudah ada. Perda terkait tata cara penganggaran BLT kita sudah punya dan disebutkan cara penggunaan BLT. Nah harusnya jika dalam aksi tanggap darurat dalam Perbup 1 x 24 jam dana bisa keluar. Untuk itu diperlukan kembali kajian teknis OPD terkait. Dari Rp 15 miliar yang dialokasikan, sampai sekarang masih ada Rp 11 miliar belum terpakai. Harusnya bisa dilakukan, nanti kita kaji ulang dalam hal penanganan pascanya yang terdampak, harusnya di APBD Perubahan bisa dilakukan penyerapannya namun harus kajian dari Bappeda,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Dalam jalannya diskusi ini turut hadir Kabid Sumber Daya Air Dinas PU Kutim A M Reza Renantha, perwakilan Dinas PU Kaltim Fadly Kasim, Kepala Bappeda Kutim Noviari Noor dan Kepala Prodi Kelautan STIPER Kutim Imanuddin.(adv\/dd)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SIBERONE.ID, KUTIM \u2013 Dalam diskusi publik bertajuk Menata Ulang Banjir Sangatta gelaran Persatuan Wartawan Indonesia&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2925,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,62,61],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-2924","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-kalimantan-timur","category-kutai-timur"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2924","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2924"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2924\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2930,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2924\/revisions\/2930"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2925"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2924"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2924"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2924"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=2924"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}