{"id":274,"date":"2021-07-07T15:10:06","date_gmt":"2021-07-07T15:10:06","guid":{"rendered":"http:\/\/siberone.id\/?p=274"},"modified":"2021-07-07T15:13:14","modified_gmt":"2021-07-07T15:13:14","slug":"menghadirkan-generasi-sdm-unggul","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/2021\/07\/07\/menghadirkan-generasi-sdm-unggul\/","title":{"rendered":"Menghadirkan Generasi-SDM Unggul !"},"content":{"rendered":"<p>SIBER ONE.ID \u2013 Dalam menghadirkan generasi sumber daya manusia (SDM) yang unggul, tentu sudah dimulai para orang tua kepada anak-anaknya. Pesan sederhana orang tua dahulu kepada anak-anaknya \u201cnak tak akan aku tinggalkan harta yang berlimpah, namun satu pintaku jadilah anak yang pintar-mengerti berguna bagi bangsa, negara dan agama\u201d. Pesan itu tentu menjadi kekuatan moral bersama yang banyak diamini hampir semua orang. Terutama bagi akademisi STAIS Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim), Direktur Lingkar Masyarakat Madani (LMM) Dr Hartono.<\/p>\n<p>Sebab, manakala anak-anak ditinggalkan ilmu yang baik, barangkali dalam menjalani kehidupan akan membuatnya mampu tegak berdiri. Apalagi bila mampu memberi manfaat kebaikan terhadap sesama. Untuk menghadirkan generasi unggul, setidaknya ada tiga pola yang perlu dijalankan. Dr Hartono memberikan tiga pola. Di antaranya <em>men-trigger anak didik untuk terus semangat belajar<\/em>, <em>menghadirkan lembaga pendidikan<\/em>, <em>menghadirkan sistem dan metode yang tepat dalam dunia pendidikan<\/em>.<\/p>\n<p>Mengenai semangat, setidaknya pengalaman itu juga terjadi pada dirinya. Dia juga menglama masa di-<em>trigger <\/em>untuk selalu semangat dalam menuntut ilmu. Daya juang dan semangat mesti terus dihadirkan. Dengan semangat yang ada, sejatinya ilmu sudah 50 % dimiliki. Cobalah lihat orang-orang besar, berpengaruh dan para cendikiawan di Bumi Pertiwi. Mereka semua selalu menanamkan semangat tanpa mau menyerah dengan berbagai keadaan yang ada di sekitarnya.<\/p>\n<p>Kata pepatah yang kerap terucap, \u201cusaha-semangat itu tak akan pernah membohongi hasil di kemudian hari\u201d. Pun sebaliknya, jangan pula silau dengan kesuksesan ataupun kemapanan seseorang tanpa mau melihat proses yang telah dilaluinya. Jalan terbaik adalah ikuti dan lalui proses demi proses semua itu sampai batas kemampuan yang dimiliki.<\/p>\n<p>Perlu pula menakar semangat untuk meningkatkan kualitas diri. Kualitas generasi dengan slogan SDM unggul yang sering menjadi slogan saat ini, juga menemukan kendala serta tantangannya. Kondisi <em>public health<\/em> sangat berpengaruh dalam dunia pendidikan. Banyaknya keluhan baik dari para tenaga pendidik, orang tua sampai anak-anak usia sekolah menjadi konsen yang tak boleh di pandang sebelah mata.<\/p>\n<p>Jika kondisi ini terus terjadi, dan dunia pendidikan tidak mampu mengambil kebijakan atau metode yang tepat. Maka <em>output<\/em> yang dihasilkan juga akan dipertanyakan. Artinya, ini tidak hanya tugas pemerintah. Melainkan tugas bersama secara integratif dengan menghadirkan metode-pembelajaran yang efektif. Itulah poin pertama yang harus dipahami bersama.<\/p>\n<p>Kemudian, perlu hadirnya lembaga pendidikan. Jika menggunakan <em>frige theory <\/em>(teori pinggiran), yakni bergerak dari pinggir untuk menciptakan kemapanan. Maka kondisi ini akan memiliki kesesuaian dengan kebutuhan masyarakat yang ada. Kabupaten Kutim, tepatnya Kecamatan Muara Wahau dan Kongbeng, kebutuhan akan hadirnya lembaga pendidikan terus diharapkan masyarakat.<\/p>\n<p>Penelitian terbaru yang penulis lakukan melalui lembaga LMM terlihat nyata, bahwa secara demografi masyarakat pada kedua kecamatan itu memiliki tingkat ekonomi, pendidikan, kesejahteraan cukup baik. Sehingga, menghadirkan lembaga yang baik juga sangat diharapkan. Terbaru, Dr Hartono bersama Yayasan Darul Falah, telah mendirikan SD Islam Darul Falah dan bersama Yayasan Al Muhajirin mendirikan Madarasah Ibtidaiyah Unggulan Al Muhajirin. Keduanya berada di Desa Wahau Baru.<\/p>\n<p>Setelah kedua unsur terpenuhi, maka unsur terakhir yang perlu diterapkan adalah penggunaan sistem-metode yang tepat. Ini juga tidak boleh diabaikan. Sudah waktunya semua pihak atau pendidik <em>open minded,<\/em> membuka pikirannya untuk menerima segala hal yang baik dalam pengembangan pendidikan. Jika guru atau tenaga pendidik belum memenuhi syarat sarjana, maka mesti kuliah lagi. Tidak ada istilah tawar-menawar dalam hal ini.<\/p>\n<p>Rajin mengikuti seminar, kajian dan terlebih meningkatkan semangat literasi sangat diperlukan. Perihal literasi menjadi penting untuk digalakan. Sejatinya masyarakat Indonesia kalah dengan negara tetangga dalam hal membaca. Misalnya Vietnam dan Malaysia. Dr Hartono sering mengungkapkan sindiran, agar jangan hanya suka membaca \u201cstatus sosmed semata\u201d. Namun lupa membaca buku-buku penting untuk mengembangkan diri.<\/p>\n<p>Jika semua ini mampu dilalui dengan baik maka penulis yakin, pelan namun pasti akan mampu menghadirkan generasi-SDM unggul walau dimulai dari pinggiran. (so)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SIBER ONE.ID \u2013 Dalam menghadirkan generasi sumber daya manusia (SDM) yang unggul, tentu sudah dimulai&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":275,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,60],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-274","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-opini"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/274","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=274"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/274\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":276,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/274\/revisions\/276"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/275"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=274"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=274"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=274"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=274"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}