{"id":18999,"date":"2026-09-25T15:07:10","date_gmt":"2026-09-25T15:07:10","guid":{"rendered":"https:\/\/siberone.id\/?p=18999"},"modified":"2026-09-26T01:09:55","modified_gmt":"2026-09-26T01:09:55","slug":"ilham-dorong-generasi-muda-kutai-timur-kenali-dan-kembangkan-budaya-lokal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/2026\/09\/25\/ilham-dorong-generasi-muda-kutai-timur-kenali-dan-kembangkan-budaya-lokal\/","title":{"rendered":"Ilham Dorong Generasi Muda Kutai Timur Kenali dan Kembangkan Budaya Lokal"},"content":{"rendered":"<p>SIBERONE.ID, SANGATTA &#8211; Kepala Bidang Kebudayaan Kutai Timur, Ilham, mendorong generasi muda untuk mengenal, mencintai, melestarikan, dan mengembangkan budaya lokal di tengah kuatnya pengaruh budaya dari luar daerah maupun luar negeri. Ia menilai pemahaman terhadap budaya sendiri menjadi bagian penting dalam menjaga identitas daerah.<\/p>\n<p>Ilham menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan kepada para pelajar yang mengikuti kegiatan edukasi kebudayaan. Ia mengajak generasi muda memanfaatkan berbagai fasilitas kebudayaan sebagai ruang untuk menambah pengetahuan dan wawasan mengenai sejarah serta kekayaan budaya Kutai Timur.<\/p>\n<p>&#8220;Di tengah gempuran pengaruh nilai budaya yang berasal dari luar, tentu kita harus tetap mencintai budaya kita. Kita harus mampu melihat dan mengembangkan budaya kita serta bangga dengan budaya kita sendiri,&#8221; ujar Ilham.<\/p>\n<p>Menurutnya, Kutai Timur memiliki beragam warisan budaya yang memiliki nilai sejarah dan keunikan tersendiri. Di antaranya Gua Telapak Tangan dan warisan budaya Hudoq. Kekayaan tersebut, perlu dikenalkan kepada generasi muda agar tidak kalah populer dibandingkan budaya asing.<\/p>\n<p>Ilham juga menekankan pentingnya memahami sejarah dan tokoh-tokoh yang menjadi bagian dari identitas daerah. Generasi muda diharapkan tidak hanya mengenal budaya populer dari luar, tetapi juga mampu menjelaskan sejarah tokoh seperti Mulawarman dan Kudungga serta asal-usul sejumlah nama daerah di Kutai Timur.<\/p>\n<p>Ia menyebut sejumlah daerah juga memiliki kekayaan budaya yang khas, termasuk Wahau dengan Hudoq, Seksiat, serta kuliner tradisional seperti Binbit. Berbagai tradisi tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sekaligus menjadi bagian dari edukasi kebudayaan.<\/p>\n<p>&#8220;Banyak hal yang bisa dikaryakan dan menjadi pemahaman serta wawasan yang lebih besar lagi ke depan, bagaimana menjadikan budaya kita menjadi budaya yang bernilai ekonomi tinggi,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Ilham berharap pelajar setingkat SLTA di Kutai Timur dapat mengambil peran dalam melestarikan dan mengembangkan kebudayaan. Ia juga mendorong mereka mengeksplorasi berbagai pengetahuan yang tersedia agar kelak mampu memberikan manfaat bagi daerah, bangsa, dan negara. (adv\/SO2)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SIBERONE.ID, SANGATTA &#8211; Kepala Bidang Kebudayaan Kutai Timur, Ilham, mendorong generasi muda untuk mengenal, mencintai,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":19002,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,62,473,61,43,63],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-18999","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-kalimantan-timur","category-kominfo-kutim","category-kutai-timur","category-pemerintahan","category-pendidikan"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18999","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18999"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18999\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19003,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18999\/revisions\/19003"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19002"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18999"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18999"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18999"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=18999"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}