{"id":18050,"date":"2025-11-25T02:01:44","date_gmt":"2025-11-25T02:01:44","guid":{"rendered":"https:\/\/siberone.id\/?p=18050"},"modified":"2025-11-27T09:03:49","modified_gmt":"2025-11-27T09:03:49","slug":"pks-kutim-dorong-penguatan-pad-dalam-pembahasan-rkpd-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/2025\/11\/25\/pks-kutim-dorong-penguatan-pad-dalam-pembahasan-rkpd-2026\/","title":{"rendered":"PKS Kutim Dorong Penguatan PAD dalam Pembahasan RKPD 2026"},"content":{"rendered":"<p>SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR- Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kutai Timur menyampaikan apresiasi atas arah kebijakan yang tercantum dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026. Tema pembangunan yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai motor transformasi ekonomi dengan dukungan infrastruktur dianggap sejalan dengan kebutuhan jangka panjang wilayah tersebut. Fraksi PKS menilai gagasan itu memberi landasan strategis bagi penguatan daya saing daerah di tengah perubahan ekonomi yang semakin cepat.<\/p>\n<p>Pandangan umum ini disampaikan Ketua Fraksi PKS DPRD Kutai Timur, Akbar Tanjung, dalam Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2026 pada Selasa (25\/11\/2025).<\/p>\n<p>Dalam forum itu, ia menyebut enam prioritas pembangunan yang tertuang dalam RKPD telah merespons tantangan nyata di Kutai Timur, mulai dari kebutuhan peningkatan konektivitas hingga kesiapan infrastruktur digital.<\/p>\n<p>&#8220;Kami mengapresiasi enam prioritas pembangunan daerah yang selaras dengan tantangan daerah, khususnya fokus pada peningkatan infrastruktur dan konektivitas, termasuk infrastruktur digital,&#8221; kata Akbar Tanjung.<\/p>\n<p>Meskipun memberikan dukungan, Fraksi PKS tetap menyampaikan sejumlah catatan yang dianggap penting. Salah satu perhatian mereka adalah optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dinilai belum sepenuhnya menggambarkan potensi riil Kutai Timur. PKS menilai sektor pertambangan dan pariwisata memiliki ruang pertumbuhan yang besar apabila pengelolaannya lebih terarah dan pengawasan pendapatan berlangsung lebih ketat.<\/p>\n<p>PKS juga menyoroti kepatuhan pajak kendaraan operasional milik perusahaan tambang, perkebunan, dan kehutanan. Mereka meminta pemerintah daerah segera melakukan pendataan ulang, reregistrasi, serta penegakan hukum yang lebih tegas untuk memastikan kontribusi pajak dari sektor-sektor besar tersebut masuk sesuai ketentuan. Pendapatan dari pos ini dianggap penting untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah.<\/p>\n<p>Selain sektor pertambangan, Fraksi PKS menekankan perlunya fokus destinasi wisata yang diprioritaskan pengembangannya. Mereka mencontohkan Pulau Miang dan Pantai Sekerat sebagai lokasi yang memiliki potensi besar jika didukung oleh infrastruktur dasar yang memadai. &#8220;Kami tidak menginginkan semuanya dibangun, dan semuanya kemudian tidak maksimal,&#8221; tegasnya. PKS menilai penetapan destinasi utama akan membantu pemerintah mengalokasikan sumber daya secara lebih terarah sehingga hasilnya dapat dirasakan masyarakat dan pelaku usaha lokal.<\/p>\n<p>Melalui penguatan PAD dan konsistensi pembangunan yang terfokus, Fraksi PKS berharap arah kebijakan APBD 2026 mampu mendorong peningkatan kualitas SDM dan mendukung transformasi ekonomi yang berkelanjutan bagi Kutai Timur. Mereka menilai langkah tersebut akan memperkuat pondasi pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan warga secara bertahap namun pasti. (adv\/soj)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR- Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kutai Timur menyampaikan apresiasi atas arah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":18056,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,471,61],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-18050","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-dprd-kutim","category-kutai-timur"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18050","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18050"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18050\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18057,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18050\/revisions\/18057"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18056"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18050"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18050"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18050"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=18050"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}