{"id":17915,"date":"2025-11-24T23:08:40","date_gmt":"2025-11-24T23:08:40","guid":{"rendered":"https:\/\/siberone.id\/?p=17915"},"modified":"2025-11-25T23:11:37","modified_gmt":"2025-11-25T23:11:37","slug":"kari-palimbong-infrastruktur-jalan-masih-jadi-pekerjaan-paling-mendesak-di-kutim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/2025\/11\/24\/kari-palimbong-infrastruktur-jalan-masih-jadi-pekerjaan-paling-mendesak-di-kutim\/","title":{"rendered":"Kari Palimbong: Infrastruktur Jalan Masih Jadi Pekerjaan Paling Mendesak di Kutim"},"content":{"rendered":"<p>SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR\u2013 Anggota Komisi C DPRD Kutai Timur, Kari Palimbong, menegaskan bahwa pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan masih menjadi pekerjaan paling mendesak yang harus ditangani pemerintah daerah. Menurutnya, kebutuhan akan konektivitas yang baik antar kecamatan semakin meningkat seiring bertambahnya aktivitas masyarakat, sehingga perhatian terhadap sektor ini tidak boleh berkurang.<\/p>\n<p>Kari menyampaikan bahwa hampir setiap reses, masyarakat selalu menyampaikan keluhan terkait kondisi jalan yang rusak maupun belum tersentuh pembangunan. Ia menilai hal ini menjadi indikator kuat bahwa sektor jalan harus mendapatkan porsi anggaran lebih besar dalam APBD 2026. \u201cPermintaan masyarakat jelas: jalan harus diperbaiki. Ini menjadi fokus utama kami di Komisi C,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sebagai komisi yang bermitra dengan Dinas PUPR, Komisi C memiliki tugas untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek infrastruktur. Kari menegaskan bahwa pengawasan bukan hanya dilakukan melalui laporan tertulis, tetapi juga dengan turun langsung jika diperlukan. \u201cKita harus pastikan kualitasnya baik. Jalan yang dibangun hari ini tidak boleh rusak dalam hitungan bulan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Kari juga menyoroti pentingnya perencanaan yang matang agar pengerjaan proyek tidak tersendat. Menurutnya, proses administrasi yang lambat dapat berdampak pada pelaksanaan di lapangan, termasuk menumpuknya pekerjaan di akhir tahun. Hal tersebut, katanya, sering membuat kontraktor terburu-buru sehingga kualitas tidak maksimal. \u201cPercepat pembahasan, percepat eksekusi. Itu kuncinya,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Dalam pembahasan KUAPPAS 2026, Komisi C mendorong agar anggaran untuk infrastruktur jalan diperluas, terutama untuk membuka akses antar kecamatan. Kari menyebut bahwa beberapa titik jalan penghubung memiliki peran vital untuk ekonomi masyarakat, sehingga harus segera diprioritaskan. \u201cKonektivitas itu bukan sekadar jalur, tapi urat nadi ekonomi daerah,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Selain sektor jalan, Kari juga mengingatkan bahwa program multiyears seperti pembangunan Islamic Center dan peningkatan layanan air bersih perlu mendapat pengawalan ketat. Namun ia menegaskan bahwa kebutuhan dasar masyarakat seperti jalan tetap berada di posisi teratas. \u201cSemua penting, tapi jalan ini yang paling dirasakan langsung oleh masyarakat,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Dari sisi aspirasi, Kari menjelaskan bahwa banyak warga mengharapkan pemerataan pembangunan hingga ke desa-desa. Dalam setiap reses, usulan terkait perbaikan jalan lingkungan maupun peningkatan kualitas permukaan jalan selalu mendominasi. Komisi C, lanjutnya, telah mengajukan sejumlah rekomendasi untuk dimasukkan dalam prioritas anggaran tahun depan.<\/p>\n<p>Menutup keterangannya, Kari menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memastikan agar pembangunan di Kutai Timur berjalan sesuai visi daerah dan memberikan dampak nyata. \u201cKami ingin infrastruktur benar-benar hadir untuk masyarakat. Jalan yang baik adalah fondasi kemajuan, dan itu yang akan terus kami kawal,\u201d pungkasnya. (adv\/som)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR\u2013 Anggota Komisi C DPRD Kutai Timur, Kari Palimbong, menegaskan bahwa pembangunan dan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":17916,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,471,61],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-17915","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-dprd-kutim","category-kutai-timur"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17915","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17915"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17915\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18401,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17915\/revisions\/18401"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17916"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17915"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17915"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17915"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=17915"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}