{"id":17625,"date":"2025-11-17T21:19:22","date_gmt":"2025-11-17T21:19:22","guid":{"rendered":"https:\/\/siberone.id\/?p=17625"},"modified":"2025-11-19T22:04:23","modified_gmt":"2025-11-19T22:04:23","slug":"dr-novel-dorong-penguatan-koordinasi-antara-dprd-dan-pemkab-dalam-perencanaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/2025\/11\/17\/dr-novel-dorong-penguatan-koordinasi-antara-dprd-dan-pemkab-dalam-perencanaan\/","title":{"rendered":"Dr. Novel Dorong Penguatan Koordinasi antara DPRD dan Pemkab dalam Perencanaan"},"content":{"rendered":"<p>SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR\u2014 Anggota Komisi C DPRD Kutai Timur, Dr. Novel Tyty Paembonan, menekankan pentingnya penguatan koordinasi antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar proses perencanaan pembangunan daerah berjalan lebih efektif dan terarah. Menurutnya, hubungan kerja yang solid antara kedua lembaga merupakan fondasi utama agar program pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.<\/p>\n<p>Novel menjelaskan bahwa perencanaan pembangunan tidak boleh hanya bergantung pada dokumen administratif semata, seperti RPJMD atau RKPD, tetapi juga harus mencerminkan aspirasi dari berbagai wilayah. Ia menilai, tanpa koordinasi yang kuat, banyak program berpotensi tidak tepat sasaran atau tidak memberi dampak signifikan di lapangan. \u201cPerencanaan yang baik lahir dari komunikasi yang konsisten dan terbuka,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menyoroti masih adanya beberapa proyek yang berjalan kurang maksimal karena perbedaan persepsi antara dinas teknis dan pengambil kebijakan. Novel menegaskan bahwa situasi seperti itu seharusnya bisa dihindari apabila proses sinkronisasi dilakukan sejak awal. Menurutnya, DPRD sebagai lembaga pengawasan perlu dilibatkan secara lebih intens dalam penyusunan perencanaan tahunan.<\/p>\n<p>Dalam wawancara tersebut, Novel mengakui bahwa kondisi anggaran yang terbatas juga menuntut pemerintah untuk semakin cermat menentukan prioritas pembangunan. Karena itu, ia mendorong agar komunikasi antara legislatif dan eksekutif tidak hanya terjadi pada tahap pembahasan APBD, tetapi berlangsung sepanjang tahun untuk memastikan setiap program tetap berada pada jalur perencanaan yang tepat.<\/p>\n<p>Selain itu, Novel juga menekankan bahwa pembangunan infrastruktur, terutama jalan, drainase, sarana kesehatan, dan fasilitas pendidikan, harus menjadi fokus bersama. Menurutnya, sektor-sektor tersebut merupakan kebutuhan dasar yang langsung dirasakan masyarakat, sehingga penyusunannya harus benar-benar matang agar tidak menimbulkan kesenjangan antarwilayah.<\/p>\n<p>Ia juga mengingatkan bahwa pengawasan DPRD tidak akan berjalan optimal apabila informasi di lapangan tidak sinkron dengan laporan dari dinas terkait. Karena itu, koordinasi harus mencakup pertukaran data yang akurat dan terbuka agar setiap kendala bisa segera ditindaklanjuti.<\/p>\n<p>Novel menyampaikan bahwa Komisi C siap memperkuat perannya dalam memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah. Ia menilai bahwa hubungan legislatif dan eksekutif bukan hanya soal pengawasan, tetapi juga kemitraan untuk membangun Kutai Timur secara bertahap dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>Dengan koordinasi yang lebih erat, Novel optimistis perencanaan pembangunan Kutai Timur akan semakin tajam dan efisien. Ia berharap kolaborasi ini menjadi budaya kerja yang konsisten, sehingga hasil pembangunan dapat dirasakan lebih merata oleh seluruh masyarakat Kutai Timur. (adv\/som)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR\u2014 Anggota Komisi C DPRD Kutai Timur, Dr. Novel Tyty Paembonan, menekankan pentingnya&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":17630,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,471,61],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-17625","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-dprd-kutim","category-kutai-timur"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17625","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17625"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17625\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17631,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17625\/revisions\/17631"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17630"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17625"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17625"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17625"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=17625"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}