{"id":17624,"date":"2025-11-17T21:19:20","date_gmt":"2025-11-17T21:19:20","guid":{"rendered":"https:\/\/siberone.id\/?p=17624"},"modified":"2025-11-19T21:59:51","modified_gmt":"2025-11-19T21:59:51","slug":"perkuat-pengawasan-komisi-c-prioritaskan-proyek-yang-berdampak-langsung-ke-warga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/2025\/11\/17\/perkuat-pengawasan-komisi-c-prioritaskan-proyek-yang-berdampak-langsung-ke-warga\/","title":{"rendered":"Perkuat Pengawasan, Komisi C Prioritaskan Proyek yang Berdampak Langsung ke Warga"},"content":{"rendered":"<p>SIBERONE,ID, KUTAI TIMUR\u2014 Komisi C DPRD Kutai Timur kembali menegaskan komitmennya dalam mengawal pembangunan daerah dengan fokus pada proyek yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Anggota Komisi C, Dr. Novel Tyty Paembonan, menyampaikan bahwa langkah penguatan pengawasan menjadi prioritas agar setiap program yang dijalankan tidak hanya sesuai rencana, tetapi juga benar-benar menjawab kebutuhan warga di lapangan.<\/p>\n<p>Novel mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya dilihat dari sisi serapan anggaran, melainkan juga dari kualitas dan dampak yang diberikan. Menurutnya, beberapa proyek di tahun-tahun sebelumnya belum berhasil memberikan perubahan signifikan karena kurang tepat sasaran atau tidak dipantau secara intensif. \u201cKami ingin memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar kembali ke masyarakat dalam bentuk hasil pembangunan yang nyata,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa Komisi C telah menerima banyak masukan dari warga terkait fasilitas yang sangat dibutuhkan, seperti peningkatan jalan lingkungan, perbaikan drainase, dan pembangunan jembatan penghubung. Masukan tersebut menjadi acuan dalam menentukan prioritas program yang perlu didorong kepada dinas terkait agar segera direalisasikan.<\/p>\n<p>Menurut Novel, penguatan pengawasan juga dilakukan dengan lebih sering turun ke lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya di daerah. Ia menilai, laporan tertulis kerap tidak menggambarkan realitas yang dihadapi masyarakat. Karena itu, pengecekan langsung menjadi cara efektif untuk memastikan tidak ada proyek yang dikerjakan sekedarnya atau tertunda tanpa alasan jelas.<\/p>\n<p>Di sisi lain, ia juga menyoroti perlunya kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah dan DPRD. Novel menilai koordinasi yang kuat akan mempercepat proses penyelesaian proyek dan mempermudah evaluasi apabila ditemukan kendala teknis di lapangan. Komisi C, katanya, siap membuka ruang komunikasi dengan seluruh mitra kerja demi memastikan pembangunan berjalan optimal.<\/p>\n<p>Selain infrastruktur fisik, Novel turut menyinggung pentingnya peningkatan fasilitas penunjang layanan publik di sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial. Menurutnya, proyek-proyek seperti rehabilitasi sekolah atau penguatan sarana kesehatan harus mendapat porsi perhatian yang sama karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat.<\/p>\n<p>Ia juga mengingatkan bahwa perencanaan yang matang merupakan kunci agar proyek bisa diprioritaskan dengan tepat. Komisi C, lanjutnya, akan mengawal penyusunan RKPD dan APBD agar sejalan dengan kondisi di lapangan, bukan hanya berdasarkan usulan administratif dari unit kerja.<\/p>\n<p>Dengan upaya pengawasan yang lebih ketat dan penentuan prioritas yang berbasis kebutuhan warga, Novel optimistis pembangunan Kutai Timur dapat berjalan lebih berkeadilan. Ia menegaskan bahwa DPRD akan terus hadir sebagai pengontrol sekaligus mitra pemerintah untuk memastikan setiap proyek memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. (adv\/som)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SIBERONE,ID, KUTAI TIMUR\u2014 Komisi C DPRD Kutai Timur kembali menegaskan komitmennya dalam mengawal pembangunan daerah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":17628,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,471,61],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-17624","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-dprd-kutim","category-kutai-timur"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17624","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17624"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17624\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17629,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17624\/revisions\/17629"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17628"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17624"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17624"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17624"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=17624"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}