{"id":17589,"date":"2025-11-17T21:32:54","date_gmt":"2025-11-17T21:32:54","guid":{"rendered":"https:\/\/siberone.id\/?p=17589"},"modified":"2025-11-17T21:32:54","modified_gmt":"2025-11-17T21:32:54","slug":"disdukcapil-kutim-perkuat-layanan-administrasi-berbasis-digital","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/2025\/11\/17\/disdukcapil-kutim-perkuat-layanan-administrasi-berbasis-digital\/","title":{"rendered":"Disdukcapil Kutim Perkuat Layanan Administrasi Berbasis Digital"},"content":{"rendered":"<p>SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR\u2014 Upaya peningkatan kualitas layanan administrasi kependudukan di Kabupaten Kutai Timur kembali menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah melalui sejumlah program strategis yang diprioritaskan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), pada tahun 2025.<\/p>\n<p>Selain terus mendorong pemanfaatan Identitas Kependudukan Digital (IKD), Disdukcapil juga memfokuskan penguatan infrastruktur alat, jaringan, dan sistem pengolahan data demi memastikan pelayanan berjalan optimal hingga ke seluruh kecamatan.<\/p>\n<p>Kadisdukcapil Kutim, Jumeah melalui Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan, Danar, menjelaskan bahwa modernisasi perangkat dan jaringan menjadi prioritas utama agar proses perekaman dan pencetakan KTP dapat berjalan tanpa hambatan.<\/p>\n<p>Menurutnya, seluruh alur pelayanan di 17 kecamatan terhubung langsung dengan server pusat yang berada di bidang yang ia pimpin, sehingga stabilitas jaringan menjadi kunci penting dalam menjaga kelancaran pelayanan kepada masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cUntuk tahun 2025, fokus kami adalah memperkuat alat dan jaringan. Itu bagian dari program kami agar perekaman dan pencetakan KTP di kecamatan berjalan lancar. Server-nya kami yang kelola, dan setiap gangguan akan langsung kami pantau dari kantor,\u201d ujar Danar.<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa teknisi yang bertugas merupakan tenaga khusus yang memahami sistem komputerisasi secara mendalam.<\/p>\n<p>Setiap harinya, tim teknis Disdukcapil aktif memantau arus lalu lintas jaringan dari seluruh kecamatan. Ketika terjadi kendala seperti layanan perekaman yang tidak dapat dibuka akibat traffic jam, tim segera melakukan aktivasi ulang dari pusat.<\/p>\n<p>\u201cKalau kecamatan bilang tidak bisa buka layanan perekaman, kami langsung cek dan aktifkan. Begitulah prosesnya setiap hari di 17 kecamatan,\u201d jelas Danar.<\/p>\n<p>Danar juga menegaskan bahwa seluruh teknisi yang bertugas merupakan lulusan dari bidang komputer dan jaringan, sehingga penanganan gangguan dapat dilakukan secara profesional. Ia memastikan bahwa pelayanan tidak akan berhenti sebelum seluruh kecamatan menyelesaikan tugas hariannya.<\/p>\n<p>\u201cSelama pelayanan di kecamatan belum selesai, bidang kami juga belum bisa berhenti bekerja. Setiap hari tim aktif memantau,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Terkait realisasi perekaman KTP, Danar menyebutkan bahwa capaian Kutai Timur termasuk salah satu yang terbaik. Meski jumlah harian masyarakat yang melakukan pencetakan terus berubah-ubah, target nasional perekaman wajib KTP telah berhasil terlampaui.<\/p>\n<p>\u201cUntuk target perekaman usia wajib KTP, kami sudah mencapai 99% dan di akhir 2024 akan menjadi 100%. Semua usia 17 tahun ke atas sudah terekam,\u201d ujar Danar.<\/p>\n<p>Pencapaian tersebut diperkuat dengan sistem pemantauan data berjenjang yang dilakukan Disdukcapil. Data dihimpun dalam dua bentuk, yakni data berjalan harian dan data semesteran yang diterbitkan setiap bulan Juni dan Desember.<\/p>\n<p>Dengan model monitoring ini, pemerintah pusat maupun daerah dapat memetakan kualitas pelayanan sekaligus merancang langkah-langkah perbaikan secara terukur. Melalui berbagai inovasi dan kesigapan teknis tersebut, Kutai Timur menegaskan dirinya sebagai salah satu daerah yang paling siap dalam transformasi layanan administrasi kependudukan digital di Indonesia. (az\/adv)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR\u2014 Upaya peningkatan kualitas layanan administrasi kependudukan di Kabupaten Kutai Timur kembali menunjukkan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":17595,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,473,61,43],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-17589","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-kominfo-kutim","category-kutai-timur","category-pemerintahan"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17589","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17589"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17589\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17596,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17589\/revisions\/17596"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17595"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17589"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17589"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17589"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=17589"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}