{"id":17566,"date":"2025-11-16T10:34:20","date_gmt":"2025-11-16T10:34:20","guid":{"rendered":"https:\/\/siberone.id\/?p=17566"},"modified":"2025-11-16T10:38:09","modified_gmt":"2025-11-16T10:38:09","slug":"infrastruktur-belum-merata-komisi-c-soroti-ketimpangan-di-beberapa-wilayah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/2025\/11\/16\/infrastruktur-belum-merata-komisi-c-soroti-ketimpangan-di-beberapa-wilayah\/","title":{"rendered":"Infrastruktur Belum Merata, Komisi C Soroti Ketimpangan di Beberapa Wilayah"},"content":{"rendered":"<p>SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR\u2014 Anggota Komisi C DPRD Kutai Timur, Dr. Novel Tyty Paembonan, menyoroti masih adanya ketimpangan pembangunan infrastruktur di beberapa kecamatan. Ia menilai, meski pemerintah daerah telah menjalankan berbagai program peningkatan sarana dasar, pemerataan pembangunan belum sepenuhnya terwujud. Kondisi ini dinilai berpotensi menahan laju pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik di wilayah tertentu.<\/p>\n<p>Menurut Novel, sektor jalan dan fasilitas umum menjadi yang paling terlihat timpang. Di beberapa titik, pembangunan berjalan baik dan cepat, namun di wilayah lain justru tertinggal jauh.<\/p>\n<p>\u201cAda desa yang sudah menikmati akses jalan mulus, tetapi ada pula yang masih berkutat dengan jalan berlubang dan minim penerangan,\u201d ujarnya dalam wawancara tersebut.<\/p>\n<p>Ia menegaskan bahwa Komisi C ingin memastikan keadilan pembangunan dapat dirasakan seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Menurutnya, alokasi anggaran harus didasarkan pada kebutuhan dan urgensi lapangan, bukan hanya pada kedekatan geografis dengan ibu kota kabupaten. Hal ini penting agar kesenjangan antarwilayah tidak semakin melebar.<\/p>\n<p>Novel menjelaskan bahwa DPRD telah memperoleh banyak laporan dari warga terkait infrastruktur yang belum tersentuh perbaikan. Keluhan paling sering datang dari wilayah pedalaman dan pesisir, di mana kondisi jalan tanah masih dominan. Ia menilai, situasi ini harus segera ditangani karena menyangkut mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, hingga akses pendidikan.<\/p>\n<p>Selain jalan, Novel juga menyoroti terbatasnya fasilitas pendukung seperti drainase, jembatan kecil, dan jaringan air bersih. Menurutnya, beberapa wilayah masih mengandalkan fasilitas seadanya yang rawan rusak saat musim hujan. Ia mengingatkan bahwa pembangunan tidak boleh hanya fokus pada proyek-proyek besar, tetapi juga pada kebutuhan dasar masyarakat.<\/p>\n<p>Komisi C, lanjut Novel, telah mendorong pemerintah untuk melakukan kajian ulang terhadap skala prioritas pembangunan. Ia berharap penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun mendatang dapat mengakomodasi wilayah yang selama ini tertinggal. \u201cMasih banyak titik yang memang harus menjadi perhatian utama,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia juga meminta agar proses pengawasan lapangan diperkuat, sehingga tidak ada lagi proyek tertunda atau hasil kerja yang tidak sesuai standar. Novel menekankan pentingnya supervisi berkelanjutan agar setiap anggaran yang dikeluarkan benar-benar menghasilkan kualitas pembangunan yang baik dan tahan lama.<\/p>\n<p>Dengan evaluasi menyeluruh dan komitmen bersama, Novel optimistis pemerataan infrastruktur dapat diwujudkan secara lebih cepat. Ia menegaskan bahwa DPRD Kutim akan terus mendorong pemerintah untuk menghadirkan pembangunan yang inklusif dan merata demi menciptakan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. (adv\/som)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR\u2014 Anggota Komisi C DPRD Kutai Timur, Dr. Novel Tyty Paembonan, menyoroti masih&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":17569,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,471,61],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-17566","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-dprd-kutim","category-kutai-timur"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17566","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17566"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17566\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17574,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17566\/revisions\/17574"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17569"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17566"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17566"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17566"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=17566"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}