{"id":17430,"date":"2025-11-11T09:11:13","date_gmt":"2025-11-11T09:11:13","guid":{"rendered":"https:\/\/siberone.id\/?p=17430"},"modified":"2025-11-29T22:45:08","modified_gmt":"2025-11-29T22:45:08","slug":"disperindag-kutim-gencarkan-program-pasar-murah-2025-wujud-nyata-upaya-kendalikan-inflasi-daerah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/2025\/11\/11\/disperindag-kutim-gencarkan-program-pasar-murah-2025-wujud-nyata-upaya-kendalikan-inflasi-daerah\/","title":{"rendered":"Disperindag Kutim Gencarkan Program Pasar Murah 2025, Wujud Nyata Upaya Kendalikan Inflasi Daerah"},"content":{"rendered":"<p>SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR- Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat. Salah satu langkah strategis yang diambil pada tahun 2025 ini adalah pelaksanaan program Pasar Murah di seluruh kecamatan se-Kutai Timur, yang menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah.<\/p>\n<p>Kepala Disperindag Kutai Timur, Nora Ramadani, mengungkapkan bahwa kegiatan pasar murah telah menjadi salah satu program kerja prioritas tahun 2025. Kegiatan tersebut dilaksanakan di kantor desa di setiap kecamatan, agar mudah dijangkau masyarakat dan memberikan manfaat langsung bagi warga yang membutuhkan. \u201cProgram tahun 2025 ini salah satunya adalah melaksanakan pasar murah itu sebagai bentuk upaya pengendalian inflasi daerah,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah menyiapkan delapan item bahan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Paket sembako yang memiliki nilai normal sekitar Rp300.000, hanya perlu ditebus masyarakat dengan harga Rp100.000. Selisih sebesar Rp200.000 menjadi bagian dari subsidi pemerintah daerah untuk membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga.<\/p>\n<p>\u201cJadi kami menyiapkan ada delapan item bahan pokok seharga Rp300.000, namun hanya ditebus oleh masyarakat senilai Rp100.000. Artinya, Rp200.000-nya disubsidi oleh pemerintah,\u201d terang Nora. Ia menegaskan, langkah ini tidak hanya menjadi bentuk perhatian sosial, tetapi juga strategi ekonomi yang efektif dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok di pasaran.<\/p>\n<p>Sepanjang tahun 2025 ini, program pasar murah telah dilaksanakan di 13 kecamatan di Kutai Timur. Setiap kecamatan mendapat jatah sekitar 2.300 paket sembako, yang disalurkan melalui kantor desa dan melibatkan perangkat desa setempat untuk memastikan distribusi berjalan tepat sasaran. Nora menambahkan, pelaksanaan ini juga mempertimbangkan kondisi anggaran yang ada tanpa mengurangi esensi dari tujuan utama program.<\/p>\n<p>\u201cKalau 13 kecamatan, tinggal dikalikan saja, setiap kecamatan sekitar 2.300 paket. Jadi memang tidak semua masyarakat bisa mendapatkan, karena paket tersebut disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia,\u201d ungkapnya. Meski demikian, Disperindag memastikan agar kegiatan ini tetap menjangkau masyarakat luas secara bergilir dari tahun ke tahun.<\/p>\n<p>Sebagai bentuk pemerataan, pemerintah daerah memberikan arahan kepada desa agar memprioritaskan masyarakat yang belum sempat menerima bantuan sebelumnya. Dengan langkah ini, manfaat program pasar murah dapat dirasakan lebih merata di seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah Kutai Timur optimistis, keberlanjutan program pasar murah ini tidak hanya membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi langkah nyata menjaga stabilitas inflasi daerah dan memperkuat ketahanan ekonomi lokal. (az\/adv)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR- Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus menunjukkan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":17431,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,473,61,43],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-17430","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-kominfo-kutim","category-kutai-timur","category-pemerintahan"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17430","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17430"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17430\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17432,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17430\/revisions\/17432"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17431"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17430"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17430"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17430"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=17430"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}