{"id":1333,"date":"2022-01-18T15:02:39","date_gmt":"2022-01-18T15:02:39","guid":{"rendered":"https:\/\/siberone.id\/?p=1333"},"modified":"2022-01-18T15:02:39","modified_gmt":"2022-01-18T15:02:39","slug":"izin-menikah-resmi-tak-direstui-orang-tua-pelajar-17-tahun-mendekam-dibalik-jeruji-dilaporkan-hamili-siswi-kelas-tiga-smp","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/2022\/01\/18\/izin-menikah-resmi-tak-direstui-orang-tua-pelajar-17-tahun-mendekam-dibalik-jeruji-dilaporkan-hamili-siswi-kelas-tiga-smp\/","title":{"rendered":"Izin Menikah Resmi Tak Direstui Orang Tua, Pelajar 17 Tahun Mendekam Dibalik Jeruji, Dilaporkan Hamili Siswi Kelas Tiga SMP"},"content":{"rendered":"<p>SIBERONE.ID, KUTIM \u2013 Tidak mendapat restu orang tuanya, seorang pelajar SMA di Sangatta A (17), terpaksa berurusan dengan pihak berwajib. Dia dilaporkan karena menghamili kekasihnya M (13), siswi kelas tiga SMP. Selama menjalin kasih, keduanya diketahui melakukan hubungan suami istri lima kali.<\/p>\n<p>A mengaku orang tuanya tidak ingin menerima kehadiran M. Padahal, kedua belah pihak telah menggelar musyawarah secara kekeluargaan. Orang tua A tidak mengizinkan keduanya menikah secara resmi dan tercatat di catatan sipil. Melainkan, hanya ingin menyelesaikan masalah tersebut dengan nikah secara agama.<\/p>\n<p>Sementara keluarga M, menginginkan keduanya menikah secara resmi. Sikap orang tuanya itu, A pun dilaporkan ke Polres Kutim. Dia telah ditetapkan sebagai tersangka. Sekarang mendekam di balik jeruji untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, menghamili pacarnya yang masih SMP.<\/p>\n<p>\u201cSaya bersedia menikah. Tapi orang tua saya tidak kasih izin. Makanya, setelah mengetahui dia (M) hamil tiga bulan, saya langsung memberitahu orang tua saya,\u201d bebernya.<\/p>\n<p>Ironisnya, A justru diminta ibunya minum kencingnya. Kalau A bersedia, maka ibunya bersedia memberikan restu. Sedangkan ayahnya, ingin keduanya menikah secara agama.<\/p>\n<p>\u201cTapi, keluarganya (M) maunya resmi secara agama, resmi secara negara. Karena tidak ada titik temu, makanya saya dibawa ke Polres untuk diperiksa,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Seandainya, orang tuanya memberikan restu, A masih bisa melanjutkan sekolah. Apalagi, beberapa bulan lagi sudah lulus SMU. Tetapi, nasibnya tidak memihak kepadanya.<\/p>\n<p>\u201cDia (M) juga senang. Kami lakukan suka sama suka di rumah dia, kalau keluarganya tidak ada di rumah,\u201d akunya.<\/p>\n<p>Terpisah, Kapolres Kutim AKBP Welly Djatmoko didampingi Kasat Reskrim IPTU I Made Jata Wiranegara, serta Kanit PPA Ipda Loewensky Karisoh, membenarkan kejadian itu, Selasa (18\/1\/2022).<\/p>\n<p>\u201cIni perkara anak di bawah umur. Sudah kami tangani,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap keduanya. Tersangka dan korban bersedia melanjutkan hubungannya dalam pernikahan. Tetapi kedua orang tua tersangka tidak ingin mereka menikah secara resmi.<\/p>\n<p>\u201cTidak ada penyelesaian dari pihak keluarga, kasus ini dilanjutkan secara hukum. Sekarang tersangka sudah kami tahan,\u201d sebutnya.<\/p>\n<p>Ancaman hukuman bagi tersangka setengah dari hukuman maksimal atau hukuman orang dewasa. Dalam pasal 81 Undang-Undang (UU) 23\/2002 tentang Perlindungan Anak, ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.<\/p>\n<p>\u201cKarena masih di bawah umur, maka hukumannya maksimal 7,5 tahun,\u201d tutupnya. (so)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SIBERONE.ID, KUTIM \u2013 Tidak mendapat restu orang tuanya, seorang pelajar SMA di Sangatta A (17),&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1335,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6,62,7,61],"tags":[239,233,231,234,243,235,237,238,242,244,240,236,232,245,91,142,241],"newstopic":[],"class_list":["post-1333","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-kalimantan-timur","category-kriminal","category-kutai-timur","tag-anak-anak","tag-dilaporkan","tag-diperiksa","tag-hamili","tag-izin","tag-kekasihnya","tag-korban","tag-masih","tag-memberikan","tag-menikah","tag-orang","tag-pelaku","tag-polisi","tag-resmi","tag-siberone","tag-tidak","tag-tuanya"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1333","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1333"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1333\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1336,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1333\/revisions\/1336"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1335"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1333"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1333"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1333"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/siberone.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=1333"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}