SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR- Anggota DPRD Kutai Timur Komisi B, Novel TYTY Paembonan, menyampaikan hasil reses yang ia laksanakan di tiga titik baik di SP 5 Rantau Pulung, Sepaso Barat Bengalon, dan KM 3 Sangatta Selatan. Menurutnya, aspirasi masyarakat pada umumnya masih didominasi kebutuhan infrastruktur dasar. Yang mana hal ini merupakan kenbutuhan yang layak diperjuangkan.
“Mereka minta gang dirapikan, ditingkatkan, supaya mobil dan motor bisa lalu-lalang dengan baik. Mobilitas jangan terkendala hanya karena infrastruktur kita yang buruk. Untuk itu kita perlu perhatikan semua kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Selain jalan, masyarakat juga menyoroti kondisi drainase serta fasilitas pendidikan. Novel mengatakan warga minta sekolah menjadi tempat yang nyaman untuk belajar, tanpa ruang bocor, dengan fasilitas lebih modern, termasuk permintaan penggunaan smart board sebagai pengganti spidol. Yang mana smar boart jauh modern ketimbang menggunakan spidol.
“Mereka pintar sekarang, bilang smart board lebih sehat. Katanya bau spidol bikin alergi,” jelasnya.
Sarana kesehatan juga menjadi perhatian besar. Warga menuntut peningkatan fasilitas puskesmas, ketersediaan obat, tenaga medis, hingga ruang rawat inap yang lebih layak. Di sektor sosial, masyarakat juga berharap dukungan UMKM seperti usaha laundry, keripik, dan industri rumah tangga lainnya.
Novel menilai aspirasi tersebut menggambarkan bahwa infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah terbesar pemerintah. Karenanya diperlukan kolaborasi dengan semua pihak untuk mewujudkan hal itu.
“Itu harapan besar mereka, infrastruktur benar-benar harus tersentuh maksimal,” ungkapnya. (adv/sl)














