SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR- Pembangunan Gedung Gereja Toraja Jemaat Prima Sangatta kembali bergerak setelah bertahun-tahun hanya menjadi rencana di atas kertas. Upaya yang sempat terhenti sejak awal 1990-an itu kini masuk tahap konstruksi dengan dukungan anggaran daerah dan kerja bersama panitia pembangunan serta jemaat.
Novel Tyty Paembonan, Anggota DPRD Kutai Timur yang juga menjadi bagian dari panitia pembangunan, menyebut gedung gereja dirancang jauh lebih besar dari bangunan sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa ukuran yang disiapkan mencapai 45 meter untuk panjang dan 36 meter untuk lebar, sehingga ruang ibadah nantinya mampu menampung ribuan jemaat.
“Target pekerjaan selama 3 tahun ke depan ini, kami sudah menempati gedung gereja ini,” ujar Novel, Jumat (14/11/2025). Ia menilai penyelesaian pembangunan memerlukan dukungan lintas pihak karena fasilitas tersebut akan menjadi tempat pelayanan rohani dalam jangka panjang.
Rencana mendirikan gedung gereja sebenarnya telah muncul sejak 1994. Kala itu, jemaat sudah memancang sejumlah tiang sebagai awal pembangunan. Namun, berbagai kendala teknis dan pendanaan membuat proyek terhenti begitu lama. Tahun ini, pembangunan kembali dijalankan setelah pemerintah daerah menetapkan dukungan anggaran melalui APBD Perubahan 2025.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kutai Timur, Joni Abdi Setia, mengatakan tahap pertama pembangunan gedung utama mendapat alokasi Rp 8,965 miliar dengan masa pengerjaan 45 hari. Proyek ini ditangani PT Karya Inti Bumi Konstruksi. Ia juga menerangkan bahwa anggaran tambahan sebesar Rp 2,596 miliar digunakan untuk melanjutkan pembangunan aula oleh CV Selamat Karya Bersama.
“Pembangunan ini juga tidak sampai selesai, kita akan fungsikan ruang bawah dulu lantai satu tapi sudah beratap, diupayakan maksimal selesai,” katanya.
Dengan dimulainya kembali proses yang tertunda selama 31 tahun, jemaat Gereja Toraja Jemaat Prima Sangatta menaruh harapan besar agar pembangunan berjalan lancar dan hasilnya dapat segera digunakan sebagai rumah ibadah yang layak dan representatif bagi komunitas mereka di Sangatta Utara.(adv/soj)














