
SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR – Buah lokal khas Kalimantan saat ini mulai langka. Langsat salah satunya. Dulu, Langsat cukup mendominasi hingga pelosok. Kini hanya di beberapa titik dan kurang produktif.
Hal itulah yang membuat Anggota DPRD Kutim, Abdi Firdaus bergerak. Politisi Demokrat ini memiliki niat untuk mengembangkan Langsat. Salah satu yang dilakukannya ialah mengembangkan Langsat dengan cara di stek.
Hebatnya, ia tak membeli, melainkan melakukan sendiri. Yang mana diketahui, Abdi memang hobi berkebun.
“Saya mencoba melakukan stek buah Langsat dan manggis. Alhamdulillah berhasil. Semoga saja bisa kita tanam lagi dan kembangkan buah lokal ini,” katanya.
Untuk diketahui, stek merupakan suatu perlakuan pemisahan, pemotongan beberapa bagian dari tanaman (akar, batang, dan daun) dengan tujuan agar bagian-bagian tersebut dapat membentuk akar.
Dengan melakukan metode stek, tanaman yang baru tumbuh dapat menghasilkan jenis yang sama dengan tanaman induknya.
Stek sendiri akan mampu tumbuh dengan baik, jika dibantu dengan sistem perakaran yang baik pula. Hal itu sesuai dengan fungsi dari akar, yaitu untuk menyerap air dan hara untuk dikirim keseluruh tubuh tanaman.
“Adapun keuntungan dari melakukan stek pada tanaman ialah dapat memperbanyak tanaman, praktis dan mudah dilakukan, khususnya untuk tanaman hias dan berbuah. Kemudian, lebih cepat berbuah, dan lainnya,” katanya. (adv/so1)














