
SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur, Yan, menyoroti kurangnya efektivitas Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diselenggarakan oleh beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Menurutnya, banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengikuti Bimtek di luar kota, sehingga mengabaikan pelatihan langsung kepada masyarakat.
Yan mencatat bahwa hanya beberapa dinas di Kutim yang aktif melaksanakan pelatihan, seperti Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dispora), Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), serta Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker).
“Dispora dan Disnakertrans cukup aktif dalam mengadakan pelatihan, termasuk pelatihan wasit, dan Disnaker juga berperan dalam pelatihan di balai kerja,” jelas Yan.
Namun, Yan menilai bahwa tidak ada upaya yang memadai untuk melatih petani di wilayah mereka sendiri, yang seharusnya menjadi prioritas.
“Bimtek itu penting, tetapi pelatihan untuk petani di daerah kita sangat diperlukan agar mereka dapat mengelola hasil kebun mereka dengan lebih baik,” ungkapnya.
Yan juga mengkritik alokasi anggaran Bimtek yang cenderung besar, namun tidak sebanding dengan manfaatnya bagi masyarakat lokal.
“Banyak anggaran kita habis untuk Bimtek dan studi banding. Coba lihat berapa kali aparatur pemerintah pergi dalam setahun dan berapa banyak dana yang digunakan,” tambahnya.
Menurut Yan, jika anggaran Bimtek dialokasikan untuk pelatihan masyarakat di Kutai Timur, hal ini akan lebih mendukung pertumbuhan masyarakat dan perkembangan wilayah. (adv/so3)














