Joni Dukung Sekolah Ramah Anak

  • Bagikan
Ilustrasi

SIBERONE.ID, KUTAI TIMUR – Ketua DPRD Kutim, Joni mendukung penuh atas langkah Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Kutim.

Yang mana, BP3A tengah berupaya agar semua sekolah di Kutim dapat ramah anak. Semua sekolah diharapkan dapat merealisasikan standar tersebut.

Pasalnya, di sekolah tak hanya memberikan pembelajaran, pendidikan, melainkan juga keamanan bagi anak-anak.

“Tentu saja kita di legislatif mendukung penuh hal itu. Agar harapan semua sekolah dapat menjalankan dan memenuhi standar ramah anak,” ujar Joni.

Tentu saja kata Joni, semua harus disiapkan dengan matang. Paling tidak dilakukan beberapa percontohan dengan standar keramahan yang dimaksud.

“Kedepannya semua sekolah bisa menerapkan hal itu. Lagi-lagi harus gencar mensosialisasikan,” katanya.

Diketahui,  Sekolah Ramah Anak (SRA) bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan menyenangkan bagi anak sekolah. Penerapan SRA ini tidak hanya mengandalkan peran dari pihak guru dan sekolah saja, melainkan juga dari siswa, orang tua, serta masyarakat.

Pengertian SRA Berdasarkan Panduan Sekolah Ramah Anak (2015) yang dibuat oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, definisi konsep sekolah ramah anak adalah bentuk pendidikan formal, nonformal, serta informal.

Di mana sekolah memiliki sifat aman, bersih, peduli, dan berbudaya lingkungan hidup, demi menjamin, memenuhi, serta melindungi hak anak serta perlindungan anak sekolah dari segala bentuk diskriminasi dan kekerasan di bidang pendidikan.

Selain melindungi, menjamin, serta memenuhi hak anak, sekolah ramah anak juga turut mendukung partisipasi anak, khususnya dalam hal perencanaan, kebijakan, pembelajaran, pengawasan, serta mekanisme pengaduan yang berkaitan dengan pemenuhan hak dan perlindungannya di sekolah dan dunia pendidikan.

“Ciri-ciri SRA diantaranya adanya perlakukan adil bagi murid laki-laki dan perempuan, proses pembelajaran yang baik sehingga anak merasa nyaman, Proses pembelajaran didukung media ajar, dan lainya,” jelas Plt Kepala BP3A, Sulastin. (adv/so1)

  • Bagikan